Showing posts with label MATERI PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label MATERI PENDIDIKAN. Show all posts

Sunday, 3 June 2018

KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTs

Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.

Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan nasional. Dewasa ini perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Perubahan ini dimungkinkan karena berkembangnya tuntutan baru dalam masyarakat, dunia kerja, dan dunia ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada tuntutan perubahan kurikulum secara terus menerus. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan selalu dapat menjawab tuntutan perubahan sesuai dengan jamannya. Dengan demikian keluaran pendidikan akan mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif. Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus didudukkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangan psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya. Kebutuhan ini terutama menjadi prioritas dalam merancang kurikulum untuk jenjang pendidikan menengah khususnya SMP. Oleh karena itu implementasi pendidikan di SMP yang selama ini lebih menekankan pada pengetahuan, perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang menekankan pada proses pembangunan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik melalui berbagai pendekatan yang mencerdaskan dan mendidik. Penguasaan substansi mata pelajaran tidak lagi ditekankan pada pemahaman konsep yang steril dari kehidupan masyarakat melainkan pembangunan pengetahuan melalui pembelajaran otentik. Dengan demikian kurikulum dan pembelajaran selain mencerminkan muatan pengetahuan sebagai bagian dari peradaban manusia, juga mewujudkan proses pembudayaan peserta didik sepanjang hayat.

Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.

Thursday, 31 May 2018

MODUL INSTRUMEN PENILAIAN

Pada postingan kali ini BLOG PRAKARYA INDRAMAYU akan memberikan modul materi instrumen penilaian, karena dengan adanya buku modul ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman pendidik terkait konsep dan tahapan pengembangan instrumen penilaian, agar para pendidik mengetahui dan memahami dengan baik tentang kebijakan, konsep, pedoman, metode, teknik dan langkah-langkah dalam melaksanakan penilaian yang baik dan benar, baik secara formatif maupun sumatif. Ok langsung aja download file modulnya... semoga bermanfaat...
No
Nama File
Status File
Download File
1.
Modul Penilaian Bahasa Indonesia
√
2.
Modul Penilaian Bahasa Inggris
√
3.
Modul Penilaian IPA
√
4.
Modul Penilaian Matematika
√

Wednesday, 30 May 2018

CATATAN KURIKULUM 2013

Berbicara masalah kurikulum 2013 mungkin tidak ada henti-hentinya, Pembelajaran dan penilaian hasil belajar merupakan komponen esensial dalam implementasi Kurikulum 2013. Keberhasilan pembelajaran dapat diketahui melalui penilaian. Hasil penilaian juga digunakan untuk menyempurnakan pembelajaran. Keterpaduan dan kefektivan pembelajaran dan penilaian sangat besar pengaruhnya dalam keberhasilan implementasi Kurikulum 2013. Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 tingkat SMP pada tahun 2014 menunjukkan bahwa salah satu kesulitan pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 adalah dalam melaksanakan penilaian hasil belajar.

Sekitar 60% responden pendidik menyatakan bahwa mereka belum dapat merancang, mengembangkan instrumen, melaksanakan, mengolah, melaporkan, dan memanfaatkan hasil penilaian dengan baik. Kesulitan utama yang dihadapi pendidik: merumuskan indikator, menyusun butir-butir instrumen, dan melaksanakan penilaian sikap dengan berbagai macam teknik. Selain itu, banyak di antara pendidik yang kurang percaya diri dalam melaksanakan penilaian keterampilan. Mereka belum sepenuhnya memahami bagaimana menyusun instrumen dan rubrik penilaian keterampilan. Kesulitan lain yang banyak dikeluhkan pendidik berkaitan dengan penulisan deskripsi capaian aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan.

Friday, 25 May 2018

SUPERVISI MANAJERIAL DAN SUPERVISI AKADEMIK

Supervisi manajerial dan supervisi akademik merupakan tugas pengawas sekolah untuk memastikan rangkaian kegiatan pengelolaan Kurikulum 2013 di sekolah binaan dilaksanakan secara terprogram dan berkelanjutan. Dengan pelaksanaan supervisi manajerial dan supervisi akademik secara terprogram dan berkelanjutan, pengawas sekolah dapat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh kepala sekolah, dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta penilaian hasil belajar siswa yang dilaksanakan oleh guru. Melalui supervisi manajerial dan supervisi akademik, pengawas sekolah juga dapat membantu kepala sekolah dan guru dalam mengatasi kesulitan agar dapat meningkatkan kualitas pengelolaan kurikulum dan kualitas pembelajaran Kurikulum 2013 dalam mewujudkan pencapaian kecakapan abad ke-21.

Pengawas sekolah sebagai mitra kerja sekolah dan penjamin mutu pendidikan di sekolah harus memastikan bahwa kepala sekolah dan semua guru mendapat layanan supervisi. Setiap kepala sekolah dan guru harus mendapatkan layanan yang sama tanpa membedakan agama, suku, golongan, ras, dan jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan yang berkebutuhan khusus. Layanan yang sama tanpa diskriminasi juga harus diberikan kepada para peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memperhatikan Undang-Undang Perlindungan Anak. Undang-Undang Perlindungan Anak tersebut bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat, martabat, kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.(Pasal 1 UU No.35 Tahun 2014).

Kemampuan melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. Pasal 5 peraturan tersebut menyatakan bahwa tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial dalam satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan dan pelaksanaan tugas kepengawasn di daerah khusus.

Dalam rangka pencapaian supervisi manajerial dan supervisi akademik tersebut, modul ini disusun untuk memfasilitasi Saudara dalam melaksanakan supervisi pengelolaan kurikulum 2013.Tahapan supervisi manajerial dan supervisi akademik yaitu: a) perencanaan supervisi manajerial dan supervisi akademik; b) pelaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik; c) laporan pelaksanaan supervisi manajerial dan supervisi akademik di sekolah binaan; d) evaluasi dan tindak lanjut hasil pelaksanaan program supervisi manajerial dan supervisi akademik di sekolah binaan.

Saudara akan mengembangkan supervisi manajerial dan supervisi akademik dengan melakukan pembelajaran bersama dengan sesama pengawas sekolah atau secara individu dengan dipandu oleh fasilitator dengan tatap muka. Pada akhir pembelajaran ini, Saudara akan menyusun rencana tindak lanjut sebagai tugas melekat Saudara sehari-hari sebagai pengawas sekolah.

Modul ini mengintegrasikan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terdiri atas: 1) religius 2) nasionalis, 3) mandiri, 4) gotong royong, dan 5) integritas. Nilai-nilai PPK tersebut di atas diharapkan dapat dipahami, diinternalisasi, dan diimplementasikan oleh pengawas sekolah pada saat melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik terhadap kepala sekolah dan guru.


MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 mengalami beberapa perkembangan dan perbaikan sejak dicanangkan pada tahun 2013. Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan KI, KD, silabus, pembelajaran, penilaian, dan buku teks. Perbaikan tersebut pada tahun 2017 disesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penguatan lima nilai utama karakter tersebut akan dapat mendorong peserta didik untuk memiliki keterampilan abad 21 yang dibutuhkan dalam meniti kehidupan, seperti keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), keterampilan berkolaborasi (collaboration skills), keterampilan berkreasi (creativities skills), dan keterampilan berkomunikasi (communication skills).

Memperhatikan hal tersebut, maka pengawas sekolah pun perlu memahami implementasi Kurikulum 2013 beserta perkembangannya agar mampu membimbing guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan tepat. Pada bagian II ini Saudara akan memperkuat pemahaman Saudara terkait implementasi Kurikulum 2013 melalui serangkaian kegiatan belajar yang bervariasi yang tersaji dalam 7 topik pembelajaran.

Topik 1 Saudara akan berlatih menganalisis keterkaitan antara SKL, KI, KD, silabus dan perumusan IPK. Pada topik 2 Saudara menganalisis materi pembelajaran. Pada topik 3 Saudara akan berlatih menganalisis penerapan model pembelajaran. Pada topik 4 Saudara berlatih merancang, mengolah, dan melaporkan hasil penilaian pembelajaran yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pada topik 5 Saudara mengimplementasikan semua pemahaman dan keterampilan pada topik-topik ebelumnya dalam kegiatan menyusun RPP.


Kegiatan-kegiatan pada topik ini dilaksanakan melalui berbagai strategi, diantaranya: diskusi kelompok, tanya jawab, brainstorming (curah pendapat), studi kasus, window shopping, dan penugasan. Saudara dapat melakukannya secara berkelompok, namun jika tidak memungkinkan karena jumlah peserta terbatas, silakan kerjakan kegiatan secara individual/mandiri atau berpasangan.


Sunday, 13 May 2018

GURU PROFESIONAL

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata Guru. Guru merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar. Seorang guru ikut berperan serta dalam usaha membentuk sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Pengertian Guru Profesional Menurut Para Ahli adalah semua orang yang mempunyai kewenangan serta bertanggung jawab tentang pendidikan anak didiknya, baik secara individual atau klasikal, di sekolah atau di luar sekolah.

Guru adalah semua orang yang mempunyai wewenang serta mempunyai tanggung jawab untuk membimbing serta membina murid. Latar belakang pendidikan bagi guru dari guru lainnya tidak selalu sama dengan pengalaman pendidikan yang dimasuki dalam jangka waktu tertentu. Adanya perbedaan latar belakang pendidikan bisa mempengaruhi aktivitas seorang guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Selain dari hal tersebut aktifitas seorang guru juga tidak lepas memperingati upacara bendera dan selalu mendengar lagu kebangsaan kita yaitu INDONESIA RAYA. Kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga bahwa Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya selama perang Kemerdekaan merupakan sublimasi pengorbanan perjuangan rakyat dan Pemuda Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan serta menegakkan Kemerdekaan. Dalam Undang-Undang Dasar sementara Republik Indonesia tahun 1950 pasal 3 ayat 2 Lagu Indonesia Raya ditetapkan dengan resmi sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia.

MAKNA LAGU INDONESIA RAYA
1.
Bersemangat dan bangga apabila mendengar lagu kebangsaannya dinyatakan dan didengungkan dan mereka menghormatinya dengan khidmat.
2.
Suatu insiden antara dua bangsa akan terjadi apabila suatu bangsa mempermainkan atau menghina lagu kebangsaan bangsa lain. Penghinaan terhadap suatu lagu kebangsaan dirasakan sebagai penghinaan terhadap bangsa pemilik lagu kebangsaan itu. Dalam hubungan internasional antara bangsa-bangsa di dunia, maka setiap bangsa berkewajiban untuk menghormati bangsa lain
3.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah milik bangsa Indonesia. Indonesia Raya merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan dan Negara Indonesia. Ia merupakan pula pemersatu bangsa dan tekad bangsa Indonesia.
4.
Indonesia Raya yang berkumandang di seluruh pelosok tanah air Indonesia selama perang kemerdekaan di Indonesia, telah mengorbankan semangat dan keberanian rakyat dan pemuda Indonesia untuk bertempur sampai titik darah penghabisan dalam mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, meskipun mereka hanya menggunakan bambung runcing untuk melawan tentara colonial yang bersenjata modern. Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan bendera kebangsaan Sang Merah Putih adalah kehormatan bangsa dan Negara Indonesia
5.
Gerakan Pramuka mempunyai tugas untuk menjadikan setiap Pramuka Indonesia sebagai patriot bangsa yang sanggup dan berani mempertahankan serta mempunyai rasa hormat yang tinggi terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya
6.
Oleh karena itu, kepada setiap Pramuka Indonesia harus ditanamkan dan ditumbuhkan rasa cinta dan rasa hormat terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Untuk itu, maka setiap Pramuka Indonesia harus mengetahui dan menghayati arti dan sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam perjuangan bangsa Indonesia merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Setai Pramuka harus mampu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan benar dan baik serta memiliki rasa hormat terhadapnya
7.
Uraian tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya beserta sejarahnya ini hanya sekedar pegangan bagi para Pembina Pramuka dalam melaksanakan tugasnya. Namun demikian, setiap Pembina Pramuka berkewajiban untuk berusaha mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan Lagu kebangsaan Indonesia Raya.

MAKNA PANCASILA
1.
2.
3.
4.

5.
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

FUNGSI UMUM PANCASILA
Pancasila Sebagai Panduan Hidup Bangsa Indonesia
Pancasila Sebagai Sumber Segala Sumber Hukum
Pancasila Sebagai Perjanjian Luhur
Pancasila Sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia

Thursday, 10 May 2018

POTENSI PESERTA DIDIK

POTENSI adalah kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan sehingga dapat berprestasi. POTENSIadalah kesanggupan, daya, kemampuan untuk lebih berkembang. POTENSI PESERTA DIDIK adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik/sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang memiliki kemungkinan dikembangkan dan atau menunjang pengembangan potensi lain yang terdapat dalam diri peserta didik. Potensi itu meliputi POTENSI FISIK, INTELEKTUAL, KEPRIBADIAN, MINAT, POTENSI MORAL DAN RELIGIUS

POTENSI FISIK tidak hanya mengacu pada kondisi kesehatan fisik dan keberfungsian anggota tubuh tetapi juga berhubungan dengan proporsi pertumbuhan dan perkembangan fisik, perkembangan dan keterampilan psikomotorik. POTENSI KEPRIBADIAN mengacu pada kemampuan mengelola emosi, mengembangkan dan menjaga motivasi belajar, memimpin, beradaptasi, berinteraksi, berkomunikasi, responsibilitas, orientasi nilai, moral dan religi, sikap, dan kebiasaan. POTENSI INTELEKTUAL sudah pasti berhubungan dengan kecerdasan yaitu prestasi akademik, kecerdasan umum, kemampuan khusus (bakat), dan kreativitas.

PROSES KOGNITIF (cognitive processes) meliputi perubahan pada pemikiran, intelegensi, dan bahasa individu. TINGKAT INTELEGENSI adalah tingkat kecerdasan yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya

MENURUT PIAGET. (1995)hubungan antara tingkat perkembangan konseptual anak dengan bahan pelajaran yang kompleks menunjukkan bahwa guru harus memperhatikan apa yang harus diajarkan dan bagaimana mengajarkannya. Strategi belajar yang dikembangkan dari teori Piaget ialah menghadapkan anak dengan sifat pandangan yang tidak logis agar dapat merangsang berfikir

Teknik Mengembangkan Potensi Psikomotorik Pada Peserta Didik
MODEL PERMAINAN ATAU OUT BOND Model yang satu ini mungkin menjadi yang terfavorit. Hal ini karena pada out bond terdapat beberapa macam permainan permainan yang semuanya memiliki manfaat atau memiliki tujuan tertentu.
MODEL MENIRU Dalam model ini guru menyuruh peserta didik untuk menirukan atau mengikuti apa yang diinginkan oleh guru.
MODEL KELOMPOK BELAJAR DAN BERMAIN Model ini sangat baik dilakukan pada tahap kanak kanak atau SD karena pada tingkat ini kecenderungan anak adalah berkelompok dan bermain. Dengan bermain sambil belajar maka tingkat psikomotorik anak akan berkembang dengan cepat pula.

Monday, 7 May 2018

MATERI BIMTEK KURTILAS TINGKAT SMP TAHUN 2018/2019

Kurikulum 2013 mengalami beberapa perkembangan dan perbaikan sejak digulirkannya pada tahun 2013. Perbaikan kurikulum tersebut berlandaskan pada kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Permendikbud. Nomor 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

Secara umum, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan agar selaras antara ide, desain, dokumen, dan pelaksanaannya. Secara khusus, perbaikan Kurikulum 2013 bertujuan menyelaraskan KI-KD, silabus, pedoman mata pelajaran, pembelajaran, penilaian, dan buku teks.

Adapun Modul Untuk Materi Bimtek Pada Kurikulum 2013 Sebagai Berikut :
No
Materi
File
1.
Modul Agama Islam
2.
Modul Seni Budaya
3.
Modul Matematika
4.
Modul IPA
5.
Modul Bahasa Indonesia
6.
Modul Bahasa Inggris
7.
Modul Prakarya
8.
Modul IPS
9.
Modul PJOK
10.
Modul PPKN

Semoga Bermanfaat...

Comments